6 CARA MENENANGKAN HATI
By dheadhin - October 02, 2019
Beberapa orang mengalami lelah
emosional dalam berbagai bentuk. Sedih karna gagal pada suatu hal, sesuatu yang
tidak diinginkan datang, marah pada diri sendiri karena suatu hal, ekspektasi
tidak sesuai dengan kenyataan, dan masih banyak lagi hal yang dapat membuat
luka pada diri kita. Setelah itu, apa yang akan kamu lakukan? Bisakah luka itu
hilang dengan sendirinya?
Kita tahu bahwa cara mengobati
sakit adalah dengan mengonsumsi obat, cara mempertahankan kekebalan tubuh
dengan mengonsumsi vitamin, dan cara mencegah virus yang masuk ke dalam tubuh
adalah dengan vaksin. Namun, apakah kita benar-benar tahu bagaimana caranya
menyembuhkan luka batin yang bersembunyi di dalam diri?
Kita mampu merawat kulit, gigi,
mata, dan tubuh. Namun, apakah kita juga mampu merawat pikiran dan perasaan
kita sendiri?
Sebenarnya manusia memiliki
kemampuan menyembuhkan dirinya sendiri. Inilah keyakinan yang diterapkan dalam
teknik penyembuhan holistik dengan self healing.
"Karena kita adalah
penyembuh terbaik bagi diri sendiri," kata praktisi kesehatan holistik,
Reza Gunawan, dalam keterangannya kepada detikHealth dan ditulis pada Selasa
(20/1/2015).
Self-healing adalah sebuah proses
sederhana membantu menyembuhkan luka batin dengan melibatkan kekuatan diri
secara penuh untuk beranjak dan bangkit dari penderitaan. Tanpa bantuan orang
lain, tanpa media apapun. Self-healing membantu kita mengenali pikiran dan
perasaan negatif yang selama ini mengurung diri. Setelah mengenali dan
menerimanya, kita akan mampu mengurai satu persatu masalah yang membebani
pikiran dan perasaan kita tadi. Tujuannya bukan mengingat-ingat luka yang telah
berlalu, tetapi mengajak kita untuk lebih memahami diri.
Menerima ketidaksempurnaan dan
membentuk pikiran positif dari apa yang terjadi adalah inti dari proses
menyembuhkan diri sendiri.
Kita memiliki kendali untuk
mengubah perasaan kacau menjadi bermakna. Karena bisa jadi seiring dengan
berjalannya waktu, kita kembali dihadapkan pada permasalahan yang sama sehingga
membuat kita merasa selalu “diuji” dengan hal yang sama berulang kali. Hal itu
tidak jarang membuat kita kembali jatuh dan merasa lelah menjalani kehidupan.
Untuk yang belum selesai dengan
masalah emosinya sendiri, beberapa cara di bawah ini semoga bisa membantu
menyembuhkan diri sendiri dari dalam.
Me Time
Masalah yang belum selesai pada
sebagian orang umumnya berkaitan dengan kehadiran orang lain. Me time ini
berguna untuk membuat setiap orang memikirkan dirinya sendiri terlebih dahulu.
Saat seseorang terlalu sibuk
memikirkan orang lain, terkadang ia lupa memikirkan diri sendiri. Meluangkan
waktu untuk diri sendiri benar-benar akan membuat kita merasa lebih bermakna. Membuat
kita merasa bahwa pusat dari segala kehidupan ini adalah diri sendiri. Orang
lain hanyalah pelengkap kebahagiaan.
Bicaralah pada diri sendiri
tentang apa yang sebenarnya diinginkan. Jujur pada diri sendiri lebih baik
ketimbang melampiaskan segala perasaan buruk kita pada sesuatu. Satu-satunya
orang yang mampu berbicara dengan lubuk hati terdalam adalah diri sendiri.
Saatnya mulai memahami diri sendiri untuk bisa bersyukur atas apa yang hidup
ini berikan.
Berdamai dengan Keadaan
Mengingat kembali
peristiwa-peristiwa buruk yang masih membekas di hati memang tak terhindarkan.
Setiap orang berhak marah atas hal itu. Orang yang hatinya terluka sangat dalam
tidak akan dengan mudah melupakannya. Namun, apakah dengan menyalahkan keadaan
atas atas semua peristiwa buruk itu bisa dibenarkan? Apakah dengan mengutuk
keadaan bisa membuat batin kita tenang? Tidak. Alangkah lebih bijaknya kita
jika mencoba berdamai dengan keadaan. Menerima setiap keadaan yang menimpa kita
ini sebagai guru kehidupan yang menempa pribadi kita lebih baik lagi
Mindfullness
Mindfulness adalah berpikir
dengan kesadaran yang penuh. Mengelola pikiran, perasaan, dan lingkungan untuk
menghubungkan titik-titik yang ada dalam pikiran kita. Memaknai setiap
peristiwa dan kejadian yang pernah kita alami dengan lebih sehat. Mindfulness
dapat meningkatkan self-compassion dan kebermaknaan hidup.
Mindfulness bisa dilakukan dengan
berbagai cara. Salah satunya dengan mencari tempat yang sekiranya tenang,
kemudian memejamkan mata. Fokus terhadap diri sendiri dan segala pikiran yang
kita miliki. Dengan penuh kesadaran, cobalah untuk memahami setiap pergulatan
emosi yang ada di dalam diri. Mindfulness ini akan lebih baik jika kita
melakukannya secara rutin. Misal, satu sebelum berangkat ke kantor, kampus,
sekolah, dan sebagainya.
Meningkatkan self-compassion
Self-Compassion adalah kemampuan
untuk memahami keadaan emosi diri sendiri dan juga respon emosi atas
penderitaan yang dialami dengnan disertai keinginan untuk menolong diri
sendiri. Melalui self-compassion,
seseorang dapat memahami dirinya sendiri.
Self-compassion mampu membuat
orang memaknai pengalaman yang tidak nyaman dengan emosi yang berbeda. Artinya,
ketidaknyamanan yang dimiliki seseorang dapat dimaknai secara positif jika
meningkatkan self-compassion. Meningkatkan kepedulian terhadap diri sendiri,
merespon peristiwa buruk dengan perasaan lapang dada, dan selalu berupaya
membebaskan diri dari duka yg berlarut.
Jadikan penyesalan sebagai kekuatan
Sebagian orang pernah mengalami
hal yang memalukan dalam hidupnya. Sebagian lain juga pernah berbuat kesalahan
yang sudah disesalinya. Namun, tidak sedikit pula mereka yang menyesal tak ada
habisnya, hingga menimbulkan perasaan yang tidak nyaman. Gelisah, cemas dan
terus memikirkan hal tersebut membuat hati seseorang lelah.
Tidak bisa dipungkiri bahwa kita
sebagai manusia terkadang bisa menekan perasaan gelisah dan sesal itu. Kita
bisa saja mengabaikan pikiran-pikiran yang mengganggu itu dengan menyibukkan
diri. Namun, dengan mengabaikan perasaan itu justru akan membuat emosi kita
makin lelah. Sebab, perasaan itu bisa muncul kapanpun.
Oleh karena itu, jadikanlah
sebuah penyesalan terberat sekalipun di dalam hidup kita ini sebagai pelajaran.
Boleh sesekali mengingat kejadian itu, tapi gunakanlah sudut pandang yang
berbeda. Bicaralah pada diri sendiri bahwa melakukan kesalahan itu wajar. Yang
perlu dilakukan hanyalah belajar untuk tidak mengulanginya.
Setiap orang adalah penyembuh
terbaik bagi dirinya sendiri. Setiap luka batin, masa lalu yang kelam,
pengalaman pahit, kegagalan hidup hanyalah sebuah peristiwa. Setiap peristiwa
bisa disikapi dengan bijaksana dan setiap luka yang membekas bisa disembuhkan.
Setiap hal buruk di dunia ini akan terus terjadi, maka maknailah semua luka itu
sebagai ujian perjalanan hidup.
Let others know the importance of
mental health !
“If there’s no breaking then
there’s no healing, and if there’s no healing then there’s no learning.” – One
Tree Hill

0 comments